Website Resmi Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan | Info Paket Wisata Solo, Kuliner, Kursus Batik, Gerai dan Industri Batik, Cagar Budaya

Batik Wayang Beber

Batik...

Budaya Adiluhung Bangsa Indonesia
Kampoeng Batik Laweyan
Kampoeng Batik Tertua di Indonesia
Upakarti FPKBL
Piala Penghargaan
UPAKARTI 2008
untuk
FPKBL
nDalem Tjokrosoemartan
Cagar Budaya Laweyan
nDalem Tjokrosoemartan
Wisata Belanja Batik
Wisata Belanja Batik
Kursus Batik Singkat
Kursus Batik Intensif
Kursus Batik Singkat
Wisata Edukasi Batik
wisata industri batik
Wisata Industri Batik
Wisata Kuliner Laweyan
Wisata Kuliner

 

Yuni PrihayatiKampoeng Batik Laweyan adalah salah satu kawasan lanskap budaya di Indonesia yang kaya akan potensi budaya dan sejarah yang telah diwarisi sejak nenek moyang. Salah satu warisan yang tak ternilai yang dimiliki di kampoeng batik laweyan adalah seni batik yang masuk dalam warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage). Seni batik yang menjadi daya tarik utama ini diperkaya dengan situs-situs bersejarah seperti makam dan mesjid bersejarah serta situs lainnya.

Potensi ini menjadi magnet yang kuat dalam menarik wisatawan. Dengan perencanaan kawasan yang lebih baik, kampuoeg batik Laweyan akan mampu menawarkan beragam jenis wisata yang lebih tertata dan mampu melayani kebutuhan pengunjung dalam pelayanan yang maksimal, sekaligus membuat Kampoeng Batik Laweyan tetap lestari dengan peninggalan budaya dan sejarah serta kesejahteraan masyarakat berbasis bisnis batik ini menjadi lebih meningkat.

Di samping itu kampoeng batik laweyan memiliki potensi komunitas masyarakat yang berperan besar dalam turut menjaga kelestarian kawasannya. Kekuatan komunitas ini akan membantu menjadikan kawasan kampoeng batik laweyan menjadi destinasi wisata batik solo yang ramah dan layak dikunjungi.

Yuni Prihayati (Bogor – Komunitas Lanskap Budaya)

Novia Sari Ristianti KBL ( Kampoeng Batik Laweyan ) adalah objek research saya ketika menyelesaikan skripsi di bidang perencanaan wilayah dan kota….birokrasi, keramahan dan kemutakhiran data di FPKBL tidak diragukan lagi….. kenapa saya pilih lokasi ini? karena ada banyak heritage baik fisik maupun non fisik yg masih sangat dijaga dan dipelihara….yg dijadikan komoditas atraksi wisata…. selain itu batik tulis yang dihasilkan dengan motif yang beragam dan filosofi batik solo yg masih sangat dijaga…. KBL bagi saya bukan hanya objek research tapi juga edukasi dan wisata heritage maupun wisata batik….. KBL dan FPKBL mampu mengembangkan diri sebagai destinasi wisata batik dan heritage yg the best di kota Batik Solo……

Novia Sari Ristianti (Semarang – Dosen Teknik PWK (PlanologiI) Universitas Diponegoro)

Parwoko Kementerian KominfoKAMPOENGBATIKLAWEYAN.ORG PILIHAN LANGKAH DALAM MENGGAPAI KEJAYAAN MASA LALU Medio Juni 2010, merupakan kesempatan yang tak pernah terlupakan. Dalam kesempatan kunjungan kerja ke “Kampoeng Batik Laweyan”, saya untuk pertama kalinya ditemui oleh Sdr Arif Budiman Effendi, Nara Sumber yang membidangi masalah pemanfaatan TI pada Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL). Adapun Nara Sumber berikutnya yakni Pak Widhiarso, yang membidangi masalah penelitian dan pengembangan, serta Bapak Ir. Alpha Fabela Priyatmono, MT sebagai Ketua FPKBL. Dari yang disebut terakhir inilah terbetik sebuah niat yang tulus dan penuh kesadaran akan pentingnya mengembalikan puncak kejayaan masa lalu “Kampoeng Batik Laweyan”.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Ketua FPKBL bahwa sekitar tahun 1911 industri batik Laweyan pernah mengalami masa keemasan, hingga pada suatu saat para bangsawan kraton Surakarta Hadiningrat tidak mampu lagi menyaingi kekayaan para saudagar Nglaweyan. Bukti-bukti ke arah itu dapat dilihat dari ditemukannya salah satu surat di Arsip Nasional Jakarta, tercatat sebagai “Agenda Guvernement Secretais” tanggal 1 Agustus 1908.

Masa lalu boleh dikenang, masa kini tidak untuk ditangisi, dan masa depan harus diperjuangkan. Demikian sebuah lontaran kata-kata yang bernada puitis yang terlontar dari Pak Widhiarso. Senada dengan keterangan tersebut dikatakan oleh Sdr Arif bahwa “masa depan harus kita rebut”. “Dengan teknologi informasi kita dapat mewujudkan mimpi-mimpi tersebut” demikian keterangan Sdr Arif. Bahwa menggabungkan tiga disiplin ilmu yang berbeda yaitu sains, teknologi dan seni bisa merupakan langkah maju dalam menghasilkan motif-motif karya batik.

Demikian juga halnya bahwa pemasaran karya batik tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara yang bersifat tradisional melainkan harus melalui teknik pemasaran jarak jauh dengan memanfaatkan kemajuan TI. Website sangat bermanfaat dalam penyebaran informasi dengan cepat secara realtime tanpa harus meninggalkan ruangan tempat ia bekerja. Lima tahun telah berlalu. Dahulu ketika saya pertama kali datang ke “Kampoeng Batik Laweyan” baru terdapat 20 gerai batik yang sekarang telah meningkat menjadi tidak kurang dari 50 gerai.

Ketika itu Sdr Arif seoalah berjalan terseok dalam kesenderian. Orang tidak terlalu menghiraukan dengan keterangan Sdr Arif bahwa TI bisa dimanfaatakan dalam mencapai optimalisasi hasil kerja industriawan batik. Beruntung bahwa pemikiran Sdr Arif mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Bapak Ir. Alpha Fabela Priyatmono, MT sebagai Ketua FPKBL. Adapun terhadap para pengusaha batik lainnya ada yang mengatakan bahwa pemilikan domain website bagi perusahaannya hanyalah sekedar “mengejar gengsi” saja.

Bagi mereka pemasaran lewat mulut ke mulut dipandang masih lebih ampuh dibanding melalui media internet. Ya..ya..ya!. Ungkapan tersebut memang benar adanya, namun sudah menjadi kebanaran umum bahwa “website dapat mengambil alih peran komunikasi tradisional, komunikasi dari mulut ke mulut”. Sebagai buktinya, lihat saja sekarang bahwa FPKBL telah memanfaatkan Website sebagai media pemasaran wisata ke Kampoeng Batik Laweyan dengan berbagai paket wisata di dalamnya.

Sebagai akhir keterang ini saya menghaturkan “Selamat Berkarya Semoga Sukses” bagi segenap pengurus FPKBL dan seluruh anggota forum di dalamnya sampai pada saatnya nanti Kampoeng Batik Laweyan bisa mencapai masa keemasannya seperti ketika dipimpin oleh “Saudagar Besar” Kyai Haji Samanhoedi dan segenap kerabat dan handai taulannya. Aamiin Yaa Rabb.!.

Parwoko (Jakarta – Kementerian Kominfo)

Wisata Kampoeng Batik Laweyan

Gerai-gerai @ Kampoeng Batik Laweyan

Berita Terbaru Kampoeng Batik Laweyan

Kunjungan Rombongan IKABANA RI di Laweyan

Kunjungan Silaturahim Rombongan IKABANA RI
(3 Mei 2015) Rombongan anggota IKABANA RI yang dipimpin oleh Sri Eko Galgendu mengadakan kunjungan silaturahim perdana ke Kampoeng Batik Laweyan. Dalam kunjungan ini turt serta salah seorang tokoh Pengurus IKABANA RI yaitu Boki Nita budi Susanti (Permaisuri Sultan Ternate) yang berminat untuk mengadakan kerjasama dengan […]

Read More

Komentar Dimatikan

Kunjungan Wisata Edukasi SMAN I Mejayan Madiun

Kunjungan Wisata Edukasi SMAN I Mejayan Madiun
 (25 April 2015) Sejumlah 286 siswa kelas 10 dan 30 guru  SMAN I Mejayan Madiun mengadakan kunjungan ke Kampoeng Batik Laweyan dalam rangkaian acara Wisata Edukasi di Surakarta dan Sragen, sebelumnya mereka telah berkunjung ke situs purbakala di desa Sangiran, Sekitar jam 12.10 WIB […]

Read More

Komentar Dimatikan

Fieldtrip Laweyan SMA Internasional Budi Mulia Dua

Fieldtrip Laweyan SMA Internasional Budi Mulia Dua
(26 Februari 2015) Sebanyak 82 siswa SMA Internasional Budi Mulia Dua Yogyakarta berkunjung ke Kampoeng Batik Laweyan dalam rangka acara Fieldtrip Laweyan dengan tema “Think Globally, Act Locally”. Mereka mendapatkan tugas mempelajari Laweyan dari berbagai sisi yaitu sisi sejarah, cagar budaya, industri dan budaya […]

Read More

Komentar Dimatikan

Outbond Membatik Kelas VI SDN Sekip II No. 215 Solo

Outbond Membatik Kelas VI SDN Sekip II No. 215 Solo
(18 Februari 2015) Untuk menanamkan kecintaan pada budaya bangsa Indonesia yaitu batik, maka siswa kelas VI SDN Sekip II No. 215 Banjarsari, Solo mengikuti outbound membatik dengan menyaksikan proses pembuatan batik secara langsung di beberapa tempat pengrajin batik dan dilanjutkan dengan […]

Read More

Komentar Dimatikan