Jalan-jalan Wisata Laweyan

wisata cagar budayaKelana Rasa yang didirikan oleh Arie Parikesit adalah Event Organizer yang mengkhususkan dalam kegiatan perjalanan wisata kuliner baik lingkup Nusantara maupun manca negara. Pada hari Rabu, 25 Oktober 2015 Kelana Rasa membawa rombongan 20 Karyawan  Namaaz Dining dalam rangka acara jalan-jalan di Kampoeng Batik Laweyan untuk melihat obyek-obyek wisata sekaligus menikmati Wisata Kuliner Laweyan . 

Sekitar jam 12 siang rombongan tiba di Laweyan, setelah sebelumnya mereka batik putra laweyan berkunjung di Pasar Gedhe dan Timlo Solo Resto guna menikmati aneka macam makanan dan minuman khas solo. Mereka turun dari bus langsung menuju ke nDalem Tjokrosoemartan guna melihat salah satu rumah kuno yang termasuk dalam aset cagar budaya laweyan. nDalem Tjokrosoemartan didirikan pada tahun 1915 dengan arsitek campuran Jawa dan eropa yang masih terjaga dengan baik sehingga bisa dinikmati keindahannya oleh para tamu wisatawan baik dari Nusantara maupun manca negara. Selanjutnya mereka berkunjung ke Balai Kelurahan Laweyan guna melihat obyek wisata lainnya yaitu Rumah Joglo Kuno yang dibuat pada tahun 1840M dan telah mengalami berkali-kali renovasi. Rumah Joglo ini merupakan hibah dari Keluarga Tjokrosoemarto yang merupakan tokoh saudagar batik yang sangat sukses di Laweyan.

bunker laweyanSelanjutnya rombongan melanjutkan perjalanan menuju Gerai dan Rumah Produksi Batik Putra Laweyan yang terletak di timur Balai Kelurahan Laweyan. Batik Putra Laweyan memproduksi kain dan busana batik ekslusif dengan fokus pada batik cap. Setelah puas melihat tempat proses pembuatan batik cap mereka melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Bpk Harun yang memiliki ruangan bawah tanah (bunker) yang merupakan peninggalan Bei Kertoyudho seorang punggawa keraton pajang yang dibangun pada tahun 1537M. Bunker ini merupakan ruang bawah tanah yang berfungsi untuk menyimpan perhiasan serta sebagai tempat persembunyian dari serangan tentara belanda.

Usai menikmati suasana heritage di bunker, rombongan mampir di rumah batik pandono abstrak produksi Batik Pandono yang memproduksi kain batik tulis bermotif abstrak. Rombongan mendapatkan penjelasan seputar proses pembuatan batik abstrak langsung dari Pandono, sekaligus mencoba nyanthing (membatik) pada kain sepanjang 2 meter.

Setelah jalan-jalan mengunjungi berbagai obyek wisata di Kampoeng Batik Laweyan, rombongan Namaaz Dining mengakhiri kegiatannya dengan mengikuti acara Wisata Kuliner di Wdangan Rumah Nenek untuk menyantap makanan dan minuman tradisional seperti Cabuk Rambak, Selat Segar, Lenjongan, Pecel Ndeso, Brambang Asem, Ledre, Mie Thoprak dan Wedang Tape.

 

 es tape n lenjongan

Wedang Es Tape dan Lenjongan

 

cabuk rambak

Cabuk Rambak

 

pecel ndeso

Pecel Ndeso