Sosial Budaya Laweyan

Dulu terdapat pengelompokan sosial dalam kehidupan masyarakat Laweyan, yaitu kelompok wong saudagar (pedagang), wong cilik (orang kebanyakan), wong mutihan (Islam atau alim ulama) dan wong priyayi (bangsawan atau pejabat). Selain itu dikenal pula golongan saudagar atau juragan batik dengan pihak wanita sebagai pemegang peranan penting dalam menjalankan roda perdagangan batik yang biasa disebut dengan istilah mbok mase atau nyah nganten. Sedang untuk suami disebut mas nganten sebagai pelengkap utuhnya keluarga.

Sosial Budaya Laweyan

 sosial budaya laweyan  sosial budaya laweyan  sosial budaya laweyan
  Pagelaran Musik Keroncong   Pagelaran Tari Anak  Pagelaran Wayang Kulit

Sebagian masyarakat Laweyan masih tampak aktif nguri – uri (melestarikan) kesenian tradisional seperti musik keroncong dan karawitan yang biasanya ditampilkan (dimainkan) sebagai pengisi acara hajatan seperti mantenan, sunatan, tetakan, dan kelahiran bayi.

Dalam bidang keagamaan, sebagian besar penduduk Laweyan beragama Islam terlihat aktif menyelenggarakan kegiatan – kegiatan keagamaan, seperti pengajian, tadarusan, semakan dan aktivitas – aktivitas keagamaan lainnya, baik secara terjadwal maupun insidental.

Sosial Budaya Laweyan

Tadarusan sosial budaya Laweyan Pengajian TPA sosial budaya laweyan
 Pengajian Semaan Al’Quran Pengajian TPA

 Sosial Budaya Laweyan