Sebuah rumah gaya kolonial yang indah telah dilestarikan secara seksama oleh beberapa generasi keluarga pusat perdagangan batik. Ini adalah situs Batik Tjokrosoemarto, salah satu perintis dan eksportir Indonesia, di Solo. Sebuah warisan sejarah yang memainkan peran penting selama perang kemerdekaan Indonesia dan karena itu dihormati oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno.
Bangunan rumah seluas 1800 m2 ini merupakan
perpaduan harmonis antara arsitek jawa dan eropa.
Di balik tembok tinggi yang merupakan ciri khas
rumah di laweyan.
Rumah yang dibangun tahun 1915 ini hingga
sekarang masih memancarkan kemewahan nuansa
tempo dulu dengan sangat indahnya.
Sejak tahun 1997 rumah ini telah ditetapkan oleh Menteri Pariwaisata Joop Ave sebagai monument Batik Indonesia dan digunakan sebagai tempat diselenggarakannya acara-acara kebudayaan dan pariwisata tingkat Nasional dan Internasional.
Sejak tahun 1997 rumah ini telah ditetapkan oleh Menteri Pariwaisata Joop Ave sebagai monument Batik Indonesia dan digunakan sebagai tempat diselenggarakannya acara-acara kebudayaan dan pariwisata tingkat Nasional dan Internasional.