Filosofi Regol di Kampoeng Batik Laweyan Solo

Filosofi Regol di Kampoeng Batik Laweyan Solo

Filosofi Regol di Kampoeng Batik Laweyan Solo

regol laweyan

Regol dalam bahasa indonesia berarti pintu gerbang. Keberadaan regol di Kampoeng Batik Laweyan terdapat 2 jenis, yaitu regol besar dan kecil.

Menurut cerita lampau, regol kecil ditujukan untuk tamu dengan kedudukan sosial yang lebih rendah dibandingkan dengan Sang Pemilik Rumah. Tamu memasuki regol kecil dengan memberikan tanda penghormatan, seperti membungkukkan badan atau “menunduk” sebagai wujud penghormatan terhadap Sang Pemilik Rumah.

Namun, zaman sekarang telah memasuki era keterbukaan dan kesetaraan. Perubahan zaman menuju era keterbukaan dan kesetaraan mencerminkan transformasi sosial yang signifikan dalam masyarakat.

Era keterbukaan dan kesetaraan ditandai oleh semakin meluasnya prinsip-prinsip keterbukaan, di mana masyarakat lebih terbuka terhadap berbagai ide, nilai, dan keberagaman. Kesetaraan, dalam hal ini mengacu pada semangat memberikan hak dan peluang yang sama kepada semua individu, tanpa memandang latar belakang sosial, gender, atau faktor lainnya.

Perubahan zaman menuju era keterbukaan dan kesetaraan telah memengaruhi kegunaan regol di Kampoeng Batik Laweyan. Saat ini, hanya regol besar yang tetap digunakan. Regol besar ini terbuka lebar untuk semua tamu yang datang. Hal ini menunjukkan penerimaan terhadap semua orang yang datang tanpa memandang status sosialnya.

Penggunaan regol besar yang terbuka lebar untuk semua tamu tanpa memandang kedudukan sosial adalah manifestasi dari semangat keterbukaan dan kesetaraan tersebut. Perubahan ini mencerminkan adaptasi masyarakat terhadap nilai-nilai modern sambil tetap memelihara akar budaya dan sejarah yang kental yang dimiliki oleh Kampoeng Batik Laweyan.

Filosofi di balik penggunaan regol atau pintu gerbang di Kampoeng Batik Laweyan mencerminkan lebih dari sekadar akses fisik ke dalam suatu tempat. Akan tetapi juga membawa makna simbolis dan filosofis yang dalam.

regol laweyan

Pertama-tama, regol besar yang terbuka lebar mencerminkan semangat keterbukaan. Penerimaan semua tamu, tanpa memandang status sosial atau latar belakang, melambangkan kesetaraan di antara para pengunjung. Regol besar menjadi lambang pintu terbuka yang mengundang siapa saja untuk berkunjung dan merasakan keindahan Kampoeng Batik Laweyan.

Di sisi lain, regol kecil yang khusus ditujukan untuk tamu dengan kedudukan lebih rendah mencerminkan nilai-nilai tradisional dan tata krama. Tindakan membungkukkan badan atau “menunduk” saat memasuki regol kecil adalah wujud penghormatan terhadap Sang Pemilik Rumah, mencerminkan hierarki sosial yang diperhatikan dalam masyarakat pada masa lalu.

Secara keseluruhan, filosofi regol di Kampoeng Batik Laweyan menciptakan keseimbangan antara tradisi dan modernitas, antara kehormatan terhadap nilai-nilai lama dan semangat terbuka terhadap perubahan zaman. Dengan demikian, regol menjadi simbol yang hidup dan bermakna dalam menggambarkan perubahan masyarakat dan budaya di Kampoeng Batik Laweyan.

Fakta Unik Dibalik Arsitektur Masjid Laweyan yang Belum Kamu Ketahui!

Fakta Unik Dibalik Arsitektur Masjid Laweyan yang Belum Kamu Ketahui!

Fakta Unik Dibalik Arsitektur Masjid Laweyan yang Belum Kamu Ketahui!

Arsitektur Masjid Laweyan

Dibalik bentuk arsitekturnya yang unik juga terdapat fakta unik yang ditemukan di dalam bangunan Masjid Laweyan. Salah satu masjid tertua yang ada di Solo ini menyimpan banyak sejarah yang sangat menarik untuk diketahui.

Berikut fakta unik dari bentuk arsitektur Majid Laweyan Solo.

Arsitektur Masjid Laweyan

  1. Ada pengaruh budaya Hindu

Apakah kalian tahu? Bentuk arsitektur dari Masjid Laweyan dipengaruhi oleh budaya Hindu. Hal ini dikarenakan Masjid Laweyan dulunya merupakan sebuah Pura, sehingga bentuk arsitekturnya juga menyerupai Pura.

Selain itu, adanya pengaruh budaya Hindu juga dibuktikan dari fondasi bangunannya yang tinggi. Bangunan Masjid Laweyan memiliki fondasi yang ditempatkan sekitar dua meter lebih tinggi di atas permukaan tanah.

Arsitektur Masjid Laweyan

  1. Terdapat tiga lorong pintu masjid yang mempunyai makna mendalam

Jika kamu masuk ke dalam Masjid Laweyan, kamu akan menjumpai tiga lorong pintu masuk sebelum sampai ke bangunan utama masjid. Ternyata tiga lorong pintu tersebut mengandung makna filosofi yang mendalam yaitu tiga tahapan keimanan seseorang iman, Islam, dan ihsan. Selain itu jumlah pintu yang ada di masjid ini berjumlah lima yang mencerminkan lima rukun Islam.

Arsitektur Masjid Laweyan

  1. Sebagian besar bangunan masih terjaga keasliannya

Meski berusia hampir lima ratus tahun, masjid ini masih kokoh berdiri dengan nuansa warna hijau yang mendominasi bangunan masjid ini. Bahkan sebagian besar bangunannya masih terjaga keasliannya, mulai dari serambi sampai bagian utama masjid.

Terdapat Atap masjid yang berbentuk limas dan dua belas pilar utama masjid yang terbuat dari kayu jati kuno yang masih tetap berdiri dengan kokoh dan terawat serta terjaga keasliannya.

 

  1. Struktur bangunan mirip seperti Masjid Demak dan Masjid Agung Surakarta

Struktur bangunan Masjid Laweyan sama seperti Masjid Demak dan Masjid Agung Surakarta. Di dalamnya terdapat serambi, tiang saka di bangunan utama, dan ada ruangan tersendiri di bagian kanan dan kiri dari bangunan utama masjid.

Sebagian bangunan dari Masjid Laweyan sudah mengalami perubahan. Dulunya, terdapat sekat antara bangunan utama dengan ruangan di bagian kanan dan kiri. Namun, saat ini sekat tersebut telah ditiadakan. Selain itu, terdapat bak besar yang digunakan sebagai tempat wudhu yang juga telah dibongkar.

Referensi:

https://www.detik.com/jateng/budaya/d-5906562/bukan-di-keraton-kasunanan-masjid-tertua-solo-justru-di-laweyan

https://regional.kompas.com/read/2022/04/05/185828578/mengenal-masjid-tertua-di-kota-solo-dahulu-pura-kini-jadi-tempat-ibadah?page=all

https://www.idntimes.com/travel/destination/sha-kookie/fakta-unik-masjid-  laweyan-solo-c1c2?page=all

 

Sempat Mengalami Masa Kejayaan, Beginilah Kisah Kampoeng Batik Laweyan di Tahun 1900 an

Sempat Mengalami Masa Kejayaan, Beginilah Kisah Kampoeng Batik Laweyan di Tahun 1900 an

Sempat Mengalami Masa Kejayaan, Beginilah Kisah Kampoeng Batik Laweyan di Tahun 1900 an

Pabrik Batik Laweyan Tempo Doeloe
Pabrik Batik Laweyan Tempo Doeloe

          Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini Kampoeng Batik Laweyan masih menjadi sentra batik tertua di Indonesia. Terkhususnya di Kota Solo, yang pada saat itu memiliki lajur dagang yang cukup ramai, menjadi titik awal Kampoeng Batik Laweyan dapat eksis dan berkembang. Berawal dari batik tulis yang dilakukan beberapa Masyarakat sekitar, dengan rentan waktu pengerjaan yang terbilang masih sanagtlah lama karena menggunakan sistem yang masih sangat konvensional, namun citra Kampoeng Batik Laweyan masih sangatlah baik sebagai salah satu penghasil batik di Pulau Jawa. Namun, seiring berjalannya waktu masyarakat telah menemukan teknik baru dalam membuat batik dan mulai beralih dari yang awalnya menggunakan teknik batik tulis menjadi batik cap. Dan di tahap ini lah, masa dimana Kampoeng Batik Laweyan mulai berkembang, bahkan menuju masa kejayaan.

Batik cap seperti yang kita ketahui bersama merupakan teknik baru dalam membatik saat itu, dengan menggunakan cap atau stemple yang terbuat dari tembaga. Dengan ditemukannya teknik baru ini, Masyarakat merasa ini cukup efektif untuk menghasilkan satu lembar kain batik, dibandingkan dengan teknik batik tulis. Untuk itu, bagaikan memanfaatkan penemuan yang ada untyk meningkatkan efektivitas dan produktivitas dari pembuatan batik, maka masyarakat setempat mulai beralih menggunakan teknik batik cap. Walaupun masih ada pula beberapa masyarakat yang masih tetap menggunakan teknik batik tulis/ canthing dalam melakukan produksi batik seperti biasanya.

Dengan penemuan serta beralihnya teknik pembuatan batik dengan cap ini, rupanya produktivitas Masyarakat saat itu semakin meningkat. Kemudian dengan hal ini pula, mulai diberlakukannya jalur transportasi dari Kali Kabangan yang membuat makin pesat lajur dagang di daerah Laweyan. Tak hanya itu, namun di tahun 1900-an tersebut pun sejalur dengan pergerakan kemerdekaan Serikat Dagang Islam (SDI) yang menambah eksistensi dari keberadaan Kampoeng Batik Laweyan.

Seiring dengan masa kejayaan dari Kampoeng Batik Laweyan, mulai bermunculan lah pelopor-pelopor batik yang tersohor, dan bahkan nama nya masih sangat dikenang hingga saat ini, begitupula karya serta atefak-artefak sejarah budaya nya. Seperti salah satu nya yang paling dikenal adalah Tjokrosoemarto yang menjadi pelopor perkembangan batik tak hanya menyeluruh di kancah nasional, namun batik buatannya pun telah disebar hingga mancanegara di kala itu. Tjokrosoemarto menjadi salah satu juragan batik yang memiliki omzet terbesar di Kampoeng Batik Laweyan, Namanya semakin fenomenal karena industry yang dimilikinya di kategorikan sebagai industri batik terbesar di Kampung Batik Laweyan. Dan selepas itu, mulai bermunculan pula juragan-juragan batik yang lain, yang mulai mengikuti Langkah Tjokrosoemarto untuk dapat menyebarluaskan produksi batiknya hingga ke mancanegara.

Meniti hal tersebut, maka masa itu menjadi salah satu masa kejayaan Kampoeng Batik Laweyan. Dan dengan itu pula, nama Kampoeng Batik Laweyan mulai banyak dikenal Masyarakat luas. Dan bahkan sampai dengan saat ini, Kampoeng batik Laweyan sudah semakin mengembangkan sentra wisata nya menjadi lebih baik. Dan Kampoeng Batik Laweyan masih menjadi jujukan dari para pengunjung-pengunjung yang berwisata di Kota Solo atau mereka yang sekedar ingin belajar dan berbelanja batik.

Jangan Cuma Belanja, Yuk Coba Membuat Batik Di Kampoeng Batik Laweyan

Jangan Cuma Belanja, Yuk Coba Membuat Batik Di Kampoeng Batik Laweyan

Jangan Cuma Belanja, Yuk Coba Membuat Batik Di Kampoeng Batik Laweyan

Fery Farhati Membatik di kampoeng batik Laweyan

 

Kota Solo kerap dikenal sebagai Kota Budaya. Hal tersebut dikarenakan banyaknya cagar budaya serta kawasan-kawasan wisata budaya yang ada di dalam nya. Salah satu nya batik, yang juga merupakan hasil kebudayaan yang sudah banyak di kenal bahkan hingga kancah internasional, di Kota Solo pun terdapat salah satu kawasan yang dijadikan sebagai kampung wisata yang terfokus dalam pelestarian kebudayaan batik yaitu Kampoeng Batik Laweyan.

Kawasan Kampoeng Batik Laweyan terkenal dengan salah satu Gudang nya batik di Solo. Karena disini terdapat lebih dari 50 gerai batik tersebar dengan berbagai macam model dan motif batik yang dibuat. Tak hanya sebagai tempat berbelanja saja, tapi tahu kah kalian, bahwa di Kampoeng Batik Laweyan pun juga membuka aktivitas wisata yang cukup menarik, yaitu kunjungan dan kursus membatik untuk seluruh pengunjung yang datang. Terdapat berbagai macam jenis kunjungan dan kursus yang ada di Kampoeng Batik Laweyan yang nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengunjung.

Mutiara dan Fery Farhati di kampoeng batik laweyan

Jenis kursus membatik yang pertama adalah kursus membatik dalam waktu singkat. Hanya cukup memakan waktu 2 jam saja, pengunjung nantinya dapat puas belajar membatik di Kampoeng batik Laweyan. Dimuali dari belajar cara membuat pola, membatik hingga melakukan proses pewarnaan yang benar dengan teknik tolet. Kemudian nanti hasil batik yang dibuat oleh masing-masing pengunjung akan sekaligus dijadikan sebagai oleh-oleh ataupun kenangan mereka masing-masing, karena hasilnya dapat dibawa pulang. Dan kegiatan ini juga tidak hanya sekedar melakukan teknik membuat batik itu sendiri, namun juga akan ada sesi eksplorasi dan kunjungan singkat di beberapa titik menarik disini ataupun sekedar pemberian edukasi mengenai jenis-jenis batik di Kampoeng Batik Laweyan. Kursus singkat ini sangat lah cocok untuk kalian yang melakukan kunjungan wisata secara berkelompok atau dalam jumlah banyak. Dan tak hanya pengunjung luar Kota Solo saja, namun banyak punya siswa/siswi mulai dari TK sampai kuliah dan juga mahasiswa turut mengikuti kursus singkat membatik ini.

Tak hanya kursus yang dilakukan secara singkat, namun terdapat kursus batik intensif juga yang periode waktu pelaksanaannya terbilang cukup lama. Dalam kursus batik intensif ini pengunjung dapat melakukan pembelajaran membatik dalam waktu yang lama, dan bisa dilakukan berhari-hari bahkan berminggu-minggu serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Tak perlu khawatir, karena pada kursus batik intensif ini tak ada batas minimal pengunjung. Serta, untuk penginapan yang ada di Kampoeng Batik Laweyan para pengunjung dapat memilih untuk menggunakan hotel terdekat mauapun rumah warga dalam bentuk homestay.

Gimana nih? Menarik bukan? Rupanya selain kalian dapat berbelanja batik, ternyata di Kampoeng Batik Laweyan kalian juga dapat membuat batik langsung dengan berbagai para pakar nya dan hal tersebut dapat menjadi aktivitas wisata yang menarik serta mengasyikan untuk para pengunjung. Sembari berkunjung sekaligus belajar dan para pengunjung pun masih akan tetap dapat untuk berbelanja, karena sangat banyak pilihan yang ada disini.

Jadi, yuk berkunjung ke Kampoeng Batik Laweyan!

 

Mengenal Batik Aksara Jawa Yang Ada Di Kampoeng Batik Laweyan

Mengenal Batik Aksara Jawa Yang Ada Di Kampoeng Batik Laweyan

Mengenal Batik Aksara Jawa Yang Ada Di Kampoeng Batik Laweyan

batik aksara jawa

Sebagai salah satu destinasi serta kampung wisata yang bergelut dalam pelestarian batik sebagai salah satu kebudayaan di Indonesia, di Kampung Batik Laweyan memiliki banyak motif serta jenis batik yang cukup menarik. Membuat citra yang kuat akan sejarah serta mengkombinasikan berbagai elemen kebudayaan jawa yang terkenal, terdapat salah satu jenis batik yang ada di kampung Batik Laweyan yang dibuat langsung dengan mengkombinasikan huruf jawa asli yang biasa kita kenal dengan aksara jawa.

Batik Aksara Jawa merupakan salah satu jenis batik non-fashion yang ada di Kampung Batik Laweyan, yang dibuat dengan corak yang berasal dari huruf-huruf aksara jawa asli, lengkap dengan pasangan serta sandhangan nya. Seperti yang kita ketahui, aksara jawa merupakan huruf asli jawa yang digunakan sebagai bentuk tulisan dan komunikasi zaman dahulu, dan telah dijadikan sebagai salah satu seni sastra yang ada di Indonesia. Hasil dari legenda kisah Aji Saka tersebut, masih sangatlah dilestarikan hingga saat ini. Aksara jawa pun dijadikan sebagai salah satu bahan ajar dalam pendidikan sebagai sebuah muatan lokal yang bertujuan untuk dapat memperkenalkan serta mengajak anak-anak muda zaman sekarang untuk turut mempelajari serta melestarikan aksara jawa tersebut.

Seperti hal nya di Kampung Batik Laweyan, adanya jenis batik aksara jaw aini hadir dengan berbagai tujuian pula. Batik Aksara Jawa dibentuk sebagai salah satu Upaya dalam pelestarian khazanah budaya , salah satunya aksara jaw aitu sendiri yang diaplikasikan dalam sebentang kain batik. Dibuat dengan metode batik tulis, membuat kesan yang menarik dan special disetiap goresan yang ada pada setiap hurufnya. Sebagai salah satu kedekatan dengan bentuk seni sastra pula, Batik Aksara Jawa yang dihasilkan di Kampung Batik Laweyan ini juga tak asal menulis saja, namun isi dari jenis batik aksara jawa ini diambil dari serat-serat kuno yang ada di tanah Jawa pada khususnya, seperti Serat Wedhatama. Bukan hanya tentang kilasan dan gtulisan Sejarah, namujn juga terdapat falsafah yang baik yang dihasilkan di batik aksara jawa ini.

Ditinjau dari jenisnya, salah satu batik non-fashion asli Kampung Batik Laweyan ini memiliki proses pengerjaan yang terbilang cukup lama, karena selain isi seratnya yang padat, namun juga ukuran dari jenis Batik Aksara Jawa ini yang dapat dikatakan cukup besar. Maka tak heran, banyak wisatawan membeli Batik Aksara Jawa ini dan digunakan sebagai salah satu hiasan dinding yang menarik. Proses dari pengerjaan Batik Aksara Jawa ini pun juga dapat kalian saksikan langsung apabila kalian berkunjung di Kampung Batik Laweyan!

Mengulik Batik Wayang Beber Yang Jarang DIketahui Masyarakat!

Mengulik Batik Wayang Beber Yang Jarang DIketahui Masyarakat!

Mengulik Batik Wayang Beber Yang Jarang DIketahui Masyarakat! 

 

batik wayang beber

 

 

Menjadi salah satu kampung wisata yang juga sebagai destinasi pelestarian batik yang tertua di Indonesia, di Kampoeng Batik Laweyan memiliki sejumlah toko batik yang sampai saat ini masih sangat aktif beroperasi. Bermacam-macam motif batik serta bentuk pengaplikasiaannya yang bervariasi. Karena tidak hanya tentang busana, namun pengaplikasian batik di kampoeng Batik Laweyan pun juga di aplikasikan dalam berbagai kerajinan dan hiasan yang cantik. Seperti salah satu macam hiasan batik yang sangat fenomenal karena motif serta bentuknya yang cukup menarik, terdapat di Kampoeng Batik Laweyan. Tak lain dan tak bukan, batik tersebut adalah Batik Wayang Beber.

Seperti halnya nama motif dari batik tersebut, Batik Wayang Beber adalah salah satu motif dan jenis batik yang diadaptasi dari bentuk sebuah pertunjukan wayang beber seperti pada umumnya. Wayang beber adalah pertunjukan wayang yang dalam penyampaiannya menggunakan kain besar yang di bentangkan, dan berisi cerita-cerita kuno. Konon katanya, pertunjukan wayang beber ini merupakan adaptasi dari bentuk relief-relief yang terdapat pada candi, yang kemudian di sketsa ulang agar dapat menimbulkan gambar yang jelas serta membentuk alur cerita yang runtut. Pada awalnya, wayang beber ini ada sebagai salah satu media dalam penyebaran agama, namun semakin seiring berjalannya waktu dan zaman, wayang beber ada untuk menceritakan kisah-kisah kuno jawa.

Selaras dengan hal itu, batik wayang beber pun berisi corak dan gambar terhadap suatu cerita yang dikemas dalam satu kesatuan, dan berwujud bentangan kain bercerita yang lebar. Wujud dari batik wayang beber ini bisa sangatlah panjang hingga melebihi 3 meter karena cukup runtut dan panjangnya cerita yang dibawakan. Sesuai dengan bentuk penyajian dari sebuah pertunjukan wayang beber pada umumnya, batik wayang beber ini pun mengambil beberapa kisah-kisah jawa kuno dalam pengaplikasian motifnya. Cerita yang biasanya diambil adalah cerita dari Mahabarata dan Ramayana yang sudah cukup dikenal banyak masyarakat luas.

Walaupun bentuk dari batik wayang beber ini dibuat selayaknya penyajian wayang beber itu sendiri, namun batik wayang beber yang ada di Kampoeng Batik Laweyan banyak digunakan sebagai sebuah hiasan dinding. Dan wujud dari batik wayang beber ini menimbulkan kesan yang indah dan mengedepankan estetika, namun juga tetap mempertahankan sisi sejarah yang ada. Penegrjaan dari Batik Wayang Beber ini pun juga tergolong cukup lama, karena bisa memakan waktu hingga lebih dari 1 bulan untuk dapat menyelesaikan Batik Wayang Beber hingga akhir.

Batik Wayang Beber dapat kalian dapatkan salah satunya di Kampoeng Batik Laweyan. Karena disini, tak hanya Batik Wayang Beber yang sudah jadi saja yang ada, namun juga dari segi proses pembuatan hingga finishing pun dilakukan di Kampung Batik Laweyan, dan kalian pun dapat menyaksikan langsung pembuatan Batik Wayang Beber ini di tempat. Tidak hanya itu saja, karena masih ada banyak jenis serta motif batik lain, yang tak kalah unik dan menarik yang ada di Kampung Batik Laweyan, baik itu jenis batik fashion/busana ataupun batik non-fashion.