Mengutip Kisah Inspirasi “Mbok Mase” , juragan Batik Perempuan Tersohor Di Kampoeng Batik Laweyan
Menjadi salah satu tempat wisata yang kaya akan Sejarah, Kampoeng Batik Laweyan dikenal memiliki banyak sekali cerita unik dan inspiratif di dalamnya. Karena usia dari Kampoeng Batik Laweyan juga yang tak cukup dikatakan belia, maka telah banyak Sejarah dan kisah-kisah menarik yang telah terjadi di dalamnya. Baik mulai dari awal terbentuk, proses kehidupannya, dan bahkan orang-orang maupun tokoh-tokoh pengrajin batik yang memiliki kisah hidup yang sangat inspiratif. Dari banyak nya tokoh pengrajin yang ada di Kampoeng Batik Laweyan, terdapat salah satu tokoh pengrajin yang menarik dan memiliki kisah hidup yang banyak memberikan inspirasi. Ya, sebut saja Mbok Mase.

Mbok Mase merupakan salah satu pengrajin dan bahkan juragan batik Perempuan yang cukup terkenal di Kampoeng Batik Laweyan. Memiliki pribadi yang ulet dan tanggung jawab, membuat kisah hidup dan kebiasaan dari Mbok Mase ini cukup menjadi sorotan. Bagaimana tidak, sejak awal Mbok Mase berada di Kampoeng batik Laweyan, beliau telah menjadi pengrajin batik dan membuka usahanya sendiri dengan penuh kegigihan. Istri dari Mas Nganten, yang menjadi julukan dari suami Mbok Mase ini mengelola usaha batik nya dengan sangat baik dan dinamis, namun tidak pernah meninggalkan perannya sebagai Perempuan dan seorang istri. Kebiasaan inilah yang menjadikan Mbok Mase seolah sebagi panutan para Perempuan yang ada di Kampoeng Batik Laweyan serta menjadi role model bagi para pengrajin batik Perempuan disana.

Bagai berepran ganda, walaupun dikenal sebagai juragan batik yang memimpin usahanya serta mengurusi keuangan usahanya sendiri, namun veteran perempuan Kampoeng Batik Laweyan ini tidak meninggalkan tugasnya sebagi seorang ibu rumah tangga. Dibalik kesohoran Mbok Mase yang seringkali dihormati banyak warga setempat, namun sebagi seorang istri pun Mbok Mase tetap menghormati Mas Nganten sebagai suaminya dengan baik.Walaupun alih-alih tak memiliki posisi yang sepadan dengan beliau dalam usaha batiknya, Mas Nganten justru minim peran dalam usaha batik nya sendiri. Namun, Mbok Mase masih sangat menyegani perannya dengan baik.
Menyelami setiap kebiasaan yang dilakukan, Mbok Mase turut aktif dalam mengurusi rumah tangga serta mendidik anaknya Hal-hal baik selalu beliau tularkan terkhusus kepada anak-anak perempuannya. Seperti halnya pelajaran hidup serta kebiasaan positif yang selalu ia lakukan pun turut diajarkan kepada anak didik perempuannya. Tata krama, sopan santun dan kegigihan menjadi tombak pelajaran yang ia berikan agar nantinya anak Perempuan bisa memiliki keuletan yang sama dengan dirinya, serta ia nantinya akan dapat mengelola dan meneruskan usaha batiknya dengan baik, sebaik pengelolaan ibunya. Anak perempuan ini kerap disebut Mas Rara. Harapannya, akan menjadi generasi perempuan penerus yang baik dan tangguh dalam melebarkan sayapnya dalam usaha batik di Kampoeng Batik Laweyan. Walaupun alih-alih berlalu , sebutan Mas Rara ini sudah jarang sekali kita dengar di Tengah Kampoeng Batik Laweyan.
Menjadi salah satu tokoh yang tersohor di Kampoeng batik Laweyan, tak akan lepas dari peninggalan yang ada. Jika kita bertanya tentang peninggalan dari Mbok Mase dan Mas Nganten sendiri yaitu adalah rumah-rumah besar yang bertajuk klasik yang ada di Kampoeng Batik Laweyan. Karena ukurannya yang cukup besar, rumah-rumah kuno klasik peninggalan milik Mbok Mase ini dikatakan seperti istana. Dan yang dulunya menjadi rumah-rumah para juragan batik, namun sekarang sering digunakan sebagai showroom batik untuk para tamu yang berdatangan di Kampoeng Batik Laweyan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Cukup inspiratif kisah dari Mbok Mase ini. Selain kebiasaan dan kegigihan yang bisa kita teladani, juga peninggalan-peninggalan rumah kuno yang masih dapat kita nikmati keindahannya jika kita bermain dan berkunjung ke Kampoeng Batik Laweyan.




