Dari Pasar Kapas Menjadi Kampung Batik, Beginilah Sejarah Menarik Kampoeng Batik Laweyan

 Dari Pasar Kapas Menjadi Kampung Batik, Beginilah Sejarah Menarik Kampoeng Batik Laweyan

Menjadi salah satu sentra batik yang terkenal dan bahkan tertua di Indonesia, merupakan salah satu hal membanggakan dari Kmpoeng Batik Laweyan. Mendapat julukan tersebut pun dikarenakan Kawasan Kampoeng Batik Laweyan memiliki cerita sejarah yang cukup menarik. Terlihat dari banyak bangunan yang masih berdiri kokoh hingga saat ini, membuat suasana sejarah yang sangat kental apabila kita berada di Kawasan Kampoeng Batik Laweyan. Namun sejarah yang ada tak hanya sebatas bangunan peninggalan atau bahkan Sejarah batik, akan tetapi Sejarah menarik juga datang dari kondisi awal kampoeng Batik Laweyan itu sendiri, yang bahkan sampai sekarang masih banyak yang belum mengetahui nya.

Menjadi sebuah fakta menarik, rupanya sebelum menjadi Kawasan sentra batik yang seperti ini, rupanya Kawasan ini dulunya adalah pasar kapas. Sejarah yang dituliskan dari R. T Mlayadipuro, Kampoeng Batik Laweyan ini awalnya didirikan oleh Putra dari Kyai Ageng Sela dari keturunan Raja Brawijaya pada 1546 M, yaitu Kyai Ageng Hanis. Pada Sejarah tersebut dituliskan bahwa Kayi Ageng Henis ini pada zaman dulunya aktif mengajarkan teknik pembuatan batik kepada par santrinya. Dan tak hanya itu, salah satu pahlawan nasional KH Samanhudi pun dalam perjalanannya juga turut andil dalam berdirinya Kmapoeng Batik Laweyan ini. Beliau lah yang mencetuskan Serikat Dagang Islam, dan beliau pula yang aktif sebagai coordinator saudagar batik muslim dalam menghadapi serangan Belanda tempo lalu. Kampoeng Batik Laweyan ini dulunya banyak ditemukan pohon-pohon kapas. Dan dikatakan sebagai daerah penghasil kapas karena Kawasan nya pun dikatakan strategis untuk berdagang.

Pasar Laweyan dulunya Bernama Pasar Lawe atau yang berarti Pasar dari bahan baku yang sangat ramai. Tak hanya berasal dari daerah sendiri, namun bahan baku dakaps yang nantinya digunkan untuk pembuatan benang dn tenun ini juga dihasilkan dari beberapa desa sekitar, seperti Desa Pedan, Gawok dan Juwiring. Dalam perjalannya, berawal dari pasar kapas dan bahan baku yang cukup mahsyur, hal ini dikarenakan daerah ini berada pada jalur perdagangan komoditas yang strategis. Dan alhasil membuat daerah pasar lawe ini menjadi semakin maju dan berkembang.

ex Lokasi Pasar Laweyan yang berada di sekitar Tugu Batik Laweyan

Alih-alih merentas dari sebuah pasar bahan baku, akhirnya Kawasan yang awalnya terdapat banyak pohon kapas dan dibentuk sebagai daerah pasar bahan baku ini berubah juga menjadi Kampung Batik yang diresmikan pemerintah pada tahun 2004. Dan tak hanya ini, Kawasan Kampoeng Batik Laweyan juga dikatakan sebagai kawanasan sentra batik tertua di Indonesia. Bahkan sampai saat ini telah ada lebih dari 50 gerai batik tersebar di Kawasan Kampoeng Batik Laweyan, dan juga Kampoeng Batik Laweyan telah mempatenkan 250 motif batik asli dari daerah ini. Dan keran menjadi sentra batik, penduduk sekitar yang berada di Kawasan ini pun rata-rata juga menjadi seorang pembatik ataupun pengusaha batik. Sampai saat ini Kampoeng Batik Laweyan masih terus berjalan dan berkembang dan bahkan semakin eksis sebagai tempat wisata edukasi, industry dan Sejarah batik yang masih bertahan di Kota Solo.

Mengutip Kisah Inspirasi “Mbok Mase” , juragan Batik Perempuan Tersohor Di Kampoeng Batik Laweyan

Mengutip Kisah Inspirasi “Mbok Mase” , juragan Batik Perempuan Tersohor Di Kampoeng Batik Laweyan

Mengutip Kisah Inspirasi “Mbok Mase” , juragan Batik Perempuan Tersohor Di Kampoeng Batik Laweyan

Menjadi salah satu tempat wisata yang kaya akan Sejarah, Kampoeng Batik Laweyan dikenal memiliki banyak sekali cerita unik dan inspiratif di dalamnya. Karena usia dari Kampoeng Batik Laweyan juga yang tak cukup dikatakan belia, maka telah banyak Sejarah dan kisah-kisah menarik yang telah terjadi di dalamnya. Baik mulai dari awal terbentuk, proses kehidupannya, dan bahkan orang-orang maupun tokoh-tokoh pengrajin batik yang memiliki kisah hidup yang sangat inspiratif. Dari banyak nya tokoh pengrajin yang ada di Kampoeng Batik Laweyan, terdapat salah satu tokoh pengrajin yang menarik dan memiliki kisah hidup yang banyak memberikan inspirasi. Ya, sebut saja Mbok Mase.

Mbok Mase merupakan salah satu pengrajin dan bahkan juragan batik Perempuan yang cukup terkenal di Kampoeng Batik Laweyan. Memiliki pribadi yang ulet dan tanggung jawab, membuat kisah hidup dan kebiasaan dari Mbok Mase ini cukup menjadi sorotan. Bagaimana tidak, sejak awal Mbok Mase berada di Kampoeng batik Laweyan, beliau telah menjadi pengrajin batik dan membuka usahanya sendiri dengan penuh kegigihan. Istri dari Mas Nganten, yang menjadi julukan dari suami Mbok Mase ini mengelola usaha batik nya dengan sangat baik dan dinamis, namun tidak pernah meninggalkan perannya sebagai Perempuan dan seorang istri. Kebiasaan inilah yang menjadikan Mbok Mase seolah sebagi panutan para Perempuan yang ada di Kampoeng Batik Laweyan serta menjadi role model bagi para pengrajin batik Perempuan disana.

Bagai berepran ganda, walaupun dikenal sebagai juragan batik yang memimpin usahanya serta mengurusi keuangan usahanya sendiri, namun veteran perempuan Kampoeng Batik Laweyan ini tidak meninggalkan tugasnya sebagi seorang ibu rumah tangga. Dibalik kesohoran Mbok Mase yang seringkali dihormati banyak warga setempat, namun sebagi seorang istri pun Mbok Mase tetap menghormati Mas Nganten sebagai suaminya dengan baik.Walaupun alih-alih tak memiliki posisi yang sepadan dengan beliau dalam usaha batiknya, Mas Nganten justru minim peran dalam usaha batik nya sendiri. Namun, Mbok Mase masih sangat menyegani perannya dengan baik.

Menyelami setiap kebiasaan yang dilakukan, Mbok Mase turut aktif dalam mengurusi rumah tangga serta mendidik anaknya Hal-hal baik selalu beliau tularkan terkhusus kepada anak-anak perempuannya. Seperti halnya pelajaran hidup serta kebiasaan positif yang selalu ia lakukan pun turut diajarkan kepada anak didik perempuannya. Tata krama, sopan santun dan kegigihan menjadi tombak pelajaran yang ia berikan agar nantinya anak Perempuan bisa memiliki keuletan yang sama dengan dirinya, serta ia nantinya akan dapat mengelola dan meneruskan usaha batiknya dengan baik, sebaik pengelolaan ibunya. Anak perempuan ini kerap disebut Mas Rara. Harapannya, akan menjadi generasi perempuan penerus yang baik dan tangguh dalam melebarkan sayapnya dalam usaha batik di Kampoeng Batik Laweyan. Walaupun alih-alih berlalu , sebutan Mas Rara ini sudah jarang sekali kita dengar di Tengah Kampoeng Batik Laweyan.

Menjadi salah satu tokoh yang tersohor di Kampoeng batik Laweyan, tak akan lepas dari peninggalan yang ada. Jika kita bertanya tentang peninggalan dari Mbok Mase dan Mas Nganten sendiri yaitu adalah rumah-rumah besar yang bertajuk klasik yang ada di Kampoeng Batik Laweyan. Karena ukurannya yang cukup besar, rumah-rumah kuno klasik peninggalan milik Mbok Mase ini dikatakan seperti istana. Dan yang dulunya menjadi rumah-rumah para juragan batik, namun sekarang sering digunakan sebagai showroom batik untuk para tamu yang berdatangan di Kampoeng Batik Laweyan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Cukup inspiratif kisah dari Mbok Mase ini. Selain kebiasaan dan kegigihan yang bisa kita teladani, juga peninggalan-peninggalan rumah kuno yang masih dapat kita nikmati keindahannya jika kita bermain dan berkunjung ke Kampoeng Batik Laweyan.

Surga nya Batik Di Solo, Yuk Intip Berbagai Fashion Batik Di Kampoeng Batik Laweyan

Surga nya Batik Di Solo, Yuk Intip Berbagai Fashion Batik Di Kampoeng Batik Laweyan

batik mahkota laweyan Surga nya Batik Di Solo

Bermain dan berkunjung di Kota Solo, selain menikmati wisata budaya dan berbagai macam kuliner yang ada, tak lengkap rasanya apabila kita tidak juga membeli batik sebagai salah satu kebudayaan serta oleh-oleh khas dari Kota Solo. Kampoeng Batik Laweyan, sebagai salah satu sentra batik dan banyak dikenal sebagai surganya batik di Solo karena di Kawasan ini, kalian dapat menjumpai lebih dari 50 gerai batik yang sangat memanjakan mata. Aneka batik yang dihasilkan pun bermacam-macam. Mulai dari motif yang bervariasi, model batik yang lengkap serta bentuk penyajian batik yang beraneka ragam mulai dari fashion, non-fashion ­hingga hanfdycraft.

            Di Kawasan Kampoeng Batik Laweyan memiliki banyak sekali gerai batik yang ada, yang setiap masing-masing gerai memiliki ciri khas maupun cerita didalamnya. Salah satu yang terkenal adalah Toko Batik Mahkota Laweyan. Toko batik yang merupakan penerus dari batik kuno “Batik Puspowidjoto” ini  didirikan oleh alm. Bapak Radjiman Puspowidjoto yang menciptakan banyak motif batik tulis dan cap asli. Salah satu yang terkenal dan tersebar luas adalah merk “Mahkota PW” yang didalamnya merupakan batiktulis tradisional yang juga dikemas dengan bentuk busana yang beraneka ragam, seperti jarik, pakaian wanita maupun pria hingga bentuk kerajinan.

batik mahkota laweyan Surga nya Batik Di Solo

Tak hanya itu, masih banyak gerai-gerai lain yang memiliki bermacam produk batik yang dijual. Dan seiring dengan perkembangan zaman serta mode busana di era sekarang pun, sepertinya model fashion batik yang dihasilkan di Kampoeng Batik Laweyan pun turut mengikutimya. Baik motif batik sogan, batik variasi, hingga batik modern pun dikaryakan dalam bentuk pakaian pria maupun wanita yang sangat modis. Bentuk fashion atau busana yang dihasilkan cukup beragam, mulai dari kemeja pria, blouse wanita, rok paying, rok pias, outer baik wanita maupun pria, jaket, dress, hingga gamis. Batik yang dihasilkan juga tidak hanay murni berwarna coklat, hitam, maupun putih, tapi karena bervariasi model dan jenis, juga bercorak warna-warni di setiap busana, yang menciptakan kesan dinamis dan modis.

Setiap gerai pun memiliki ciri khas masing-masing dalam menjual dan menghasilakan model fashion batik yang ada. Jadi pengunjung tidak akan merasa kesulitan mencari gerai yang dibutuhkan. Karena berbagai macam model bisa di dapatkan di Kampoeng Batik Laweyan. Yang menarik juga, tidak hanya motif batik khas Solo yang dihasilkan dalam bentuk busana di sini, namun juga terdapat motif-motif batik yang lain yang di rancang dalam bentuk busana sedemikian rupa dan diperjualbelikan. Seperti motif Batik Tenun, Batik Bali dan Batik Lurik.

Dan tidak perlu khawatir untuk para pengunjung yang berniat ingin menghabiskan waktu untuk berbelanja batik di Kampoeng Batik Laweyan, karena harga yang dibandrol cukup terjangkau dan disesuaikan pula dengan keaslian motif serta jenis yang digunakan. Namun, tidak akan mengecewakan, karena sudah banyak pengunjung baik domestic maupun loka, pejabat negara hingga p[ublic figure telah mencoba dan berbelanja busana batik di Kampoeng Batik Laweyan. Jadi tunggu apalagi, kalau kalian sedang berkunjung ke Kota Solo, jangan sampai lupa untuk mampir dan berbelanja di Kampoeng batik Laweyan.

Sempat Mengalami Masa Kejayaan, Beginilah Kisah Kampoeng Batik Laweyan di Tahun 1900 an

Sempat Mengalami Masa Kejayaan, Beginilah Kisah Kampoeng Batik Laweyan di Tahun 1900 an

Sempat Mengalami Masa Kejayaan, Beginilah Kisah Kampoeng Batik Laweyan di Tahun 1900 an

Pabrik Batik Laweyan Tempo Doeloe
Pabrik Batik Laweyan Tempo Doeloe

          Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini Kampoeng Batik Laweyan masih menjadi sentra batik tertua di Indonesia. Terkhususnya di Kota Solo, yang pada saat itu memiliki lajur dagang yang cukup ramai, menjadi titik awal Kampoeng Batik Laweyan dapat eksis dan berkembang. Berawal dari batik tulis yang dilakukan beberapa Masyarakat sekitar, dengan rentan waktu pengerjaan yang terbilang masih sanagtlah lama karena menggunakan sistem yang masih sangat konvensional, namun citra Kampoeng Batik Laweyan masih sangatlah baik sebagai salah satu penghasil batik di Pulau Jawa. Namun, seiring berjalannya waktu masyarakat telah menemukan teknik baru dalam membuat batik dan mulai beralih dari yang awalnya menggunakan teknik batik tulis menjadi batik cap. Dan di tahap ini lah, masa dimana Kampoeng Batik Laweyan mulai berkembang, bahkan menuju masa kejayaan.

Batik cap seperti yang kita ketahui bersama merupakan teknik baru dalam membatik saat itu, dengan menggunakan cap atau stemple yang terbuat dari tembaga. Dengan ditemukannya teknik baru ini, Masyarakat merasa ini cukup efektif untuk menghasilkan satu lembar kain batik, dibandingkan dengan teknik batik tulis. Untuk itu, bagaikan memanfaatkan penemuan yang ada untyk meningkatkan efektivitas dan produktivitas dari pembuatan batik, maka masyarakat setempat mulai beralih menggunakan teknik batik cap. Walaupun masih ada pula beberapa masyarakat yang masih tetap menggunakan teknik batik tulis/ canthing dalam melakukan produksi batik seperti biasanya.

Dengan penemuan serta beralihnya teknik pembuatan batik dengan cap ini, rupanya produktivitas Masyarakat saat itu semakin meningkat. Kemudian dengan hal ini pula, mulai diberlakukannya jalur transportasi dari Kali Kabangan yang membuat makin pesat lajur dagang di daerah Laweyan. Tak hanya itu, namun di tahun 1900-an tersebut pun sejalur dengan pergerakan kemerdekaan Serikat Dagang Islam (SDI) yang menambah eksistensi dari keberadaan Kampoeng Batik Laweyan.

Seiring dengan masa kejayaan dari Kampoeng Batik Laweyan, mulai bermunculan lah pelopor-pelopor batik yang tersohor, dan bahkan nama nya masih sangat dikenang hingga saat ini, begitupula karya serta atefak-artefak sejarah budaya nya. Seperti salah satu nya yang paling dikenal adalah Tjokrosoemarto yang menjadi pelopor perkembangan batik tak hanya menyeluruh di kancah nasional, namun batik buatannya pun telah disebar hingga mancanegara di kala itu. Tjokrosoemarto menjadi salah satu juragan batik yang memiliki omzet terbesar di Kampoeng Batik Laweyan, Namanya semakin fenomenal karena industry yang dimilikinya di kategorikan sebagai industri batik terbesar di Kampung Batik Laweyan. Dan selepas itu, mulai bermunculan pula juragan-juragan batik yang lain, yang mulai mengikuti Langkah Tjokrosoemarto untuk dapat menyebarluaskan produksi batiknya hingga ke mancanegara.

Meniti hal tersebut, maka masa itu menjadi salah satu masa kejayaan Kampoeng Batik Laweyan. Dan dengan itu pula, nama Kampoeng Batik Laweyan mulai banyak dikenal Masyarakat luas. Dan bahkan sampai dengan saat ini, Kampoeng batik Laweyan sudah semakin mengembangkan sentra wisata nya menjadi lebih baik. Dan Kampoeng Batik Laweyan masih menjadi jujukan dari para pengunjung-pengunjung yang berwisata di Kota Solo atau mereka yang sekedar ingin belajar dan berbelanja batik.

Jangan Cuma Belanja, Yuk Coba Membuat Batik Di Kampoeng Batik Laweyan

Jangan Cuma Belanja, Yuk Coba Membuat Batik Di Kampoeng Batik Laweyan

Jangan Cuma Belanja, Yuk Coba Membuat Batik Di Kampoeng Batik Laweyan

Fery Farhati Membatik di kampoeng batik Laweyan

 

Kota Solo kerap dikenal sebagai Kota Budaya. Hal tersebut dikarenakan banyaknya cagar budaya serta kawasan-kawasan wisata budaya yang ada di dalam nya. Salah satu nya batik, yang juga merupakan hasil kebudayaan yang sudah banyak di kenal bahkan hingga kancah internasional, di Kota Solo pun terdapat salah satu kawasan yang dijadikan sebagai kampung wisata yang terfokus dalam pelestarian kebudayaan batik yaitu Kampoeng Batik Laweyan.

Kawasan Kampoeng Batik Laweyan terkenal dengan salah satu Gudang nya batik di Solo. Karena disini terdapat lebih dari 50 gerai batik tersebar dengan berbagai macam model dan motif batik yang dibuat. Tak hanya sebagai tempat berbelanja saja, tapi tahu kah kalian, bahwa di Kampoeng Batik Laweyan pun juga membuka aktivitas wisata yang cukup menarik, yaitu kunjungan dan kursus membatik untuk seluruh pengunjung yang datang. Terdapat berbagai macam jenis kunjungan dan kursus yang ada di Kampoeng Batik Laweyan yang nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengunjung.

Mutiara dan Fery Farhati di kampoeng batik laweyan

Jenis kursus membatik yang pertama adalah kursus membatik dalam waktu singkat. Hanya cukup memakan waktu 2 jam saja, pengunjung nantinya dapat puas belajar membatik di Kampoeng batik Laweyan. Dimuali dari belajar cara membuat pola, membatik hingga melakukan proses pewarnaan yang benar dengan teknik tolet. Kemudian nanti hasil batik yang dibuat oleh masing-masing pengunjung akan sekaligus dijadikan sebagai oleh-oleh ataupun kenangan mereka masing-masing, karena hasilnya dapat dibawa pulang. Dan kegiatan ini juga tidak hanya sekedar melakukan teknik membuat batik itu sendiri, namun juga akan ada sesi eksplorasi dan kunjungan singkat di beberapa titik menarik disini ataupun sekedar pemberian edukasi mengenai jenis-jenis batik di Kampoeng Batik Laweyan. Kursus singkat ini sangat lah cocok untuk kalian yang melakukan kunjungan wisata secara berkelompok atau dalam jumlah banyak. Dan tak hanya pengunjung luar Kota Solo saja, namun banyak punya siswa/siswi mulai dari TK sampai kuliah dan juga mahasiswa turut mengikuti kursus singkat membatik ini.

Tak hanya kursus yang dilakukan secara singkat, namun terdapat kursus batik intensif juga yang periode waktu pelaksanaannya terbilang cukup lama. Dalam kursus batik intensif ini pengunjung dapat melakukan pembelajaran membatik dalam waktu yang lama, dan bisa dilakukan berhari-hari bahkan berminggu-minggu serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Tak perlu khawatir, karena pada kursus batik intensif ini tak ada batas minimal pengunjung. Serta, untuk penginapan yang ada di Kampoeng Batik Laweyan para pengunjung dapat memilih untuk menggunakan hotel terdekat mauapun rumah warga dalam bentuk homestay.

Gimana nih? Menarik bukan? Rupanya selain kalian dapat berbelanja batik, ternyata di Kampoeng Batik Laweyan kalian juga dapat membuat batik langsung dengan berbagai para pakar nya dan hal tersebut dapat menjadi aktivitas wisata yang menarik serta mengasyikan untuk para pengunjung. Sembari berkunjung sekaligus belajar dan para pengunjung pun masih akan tetap dapat untuk berbelanja, karena sangat banyak pilihan yang ada disini.

Jadi, yuk berkunjung ke Kampoeng Batik Laweyan!

 

Mengenal Batik Aksara Jawa Yang Ada Di Kampoeng Batik Laweyan

Mengenal Batik Aksara Jawa Yang Ada Di Kampoeng Batik Laweyan

Mengenal Batik Aksara Jawa Yang Ada Di Kampoeng Batik Laweyan

batik aksara jawa

Sebagai salah satu destinasi serta kampung wisata yang bergelut dalam pelestarian batik sebagai salah satu kebudayaan di Indonesia, di Kampung Batik Laweyan memiliki banyak motif serta jenis batik yang cukup menarik. Membuat citra yang kuat akan sejarah serta mengkombinasikan berbagai elemen kebudayaan jawa yang terkenal, terdapat salah satu jenis batik yang ada di kampung Batik Laweyan yang dibuat langsung dengan mengkombinasikan huruf jawa asli yang biasa kita kenal dengan aksara jawa.

Batik Aksara Jawa merupakan salah satu jenis batik non-fashion yang ada di Kampung Batik Laweyan, yang dibuat dengan corak yang berasal dari huruf-huruf aksara jawa asli, lengkap dengan pasangan serta sandhangan nya. Seperti yang kita ketahui, aksara jawa merupakan huruf asli jawa yang digunakan sebagai bentuk tulisan dan komunikasi zaman dahulu, dan telah dijadikan sebagai salah satu seni sastra yang ada di Indonesia. Hasil dari legenda kisah Aji Saka tersebut, masih sangatlah dilestarikan hingga saat ini. Aksara jawa pun dijadikan sebagai salah satu bahan ajar dalam pendidikan sebagai sebuah muatan lokal yang bertujuan untuk dapat memperkenalkan serta mengajak anak-anak muda zaman sekarang untuk turut mempelajari serta melestarikan aksara jawa tersebut.

Seperti hal nya di Kampung Batik Laweyan, adanya jenis batik aksara jaw aini hadir dengan berbagai tujuian pula. Batik Aksara Jawa dibentuk sebagai salah satu Upaya dalam pelestarian khazanah budaya , salah satunya aksara jaw aitu sendiri yang diaplikasikan dalam sebentang kain batik. Dibuat dengan metode batik tulis, membuat kesan yang menarik dan special disetiap goresan yang ada pada setiap hurufnya. Sebagai salah satu kedekatan dengan bentuk seni sastra pula, Batik Aksara Jawa yang dihasilkan di Kampung Batik Laweyan ini juga tak asal menulis saja, namun isi dari jenis batik aksara jawa ini diambil dari serat-serat kuno yang ada di tanah Jawa pada khususnya, seperti Serat Wedhatama. Bukan hanya tentang kilasan dan gtulisan Sejarah, namujn juga terdapat falsafah yang baik yang dihasilkan di batik aksara jawa ini.

Ditinjau dari jenisnya, salah satu batik non-fashion asli Kampung Batik Laweyan ini memiliki proses pengerjaan yang terbilang cukup lama, karena selain isi seratnya yang padat, namun juga ukuran dari jenis Batik Aksara Jawa ini yang dapat dikatakan cukup besar. Maka tak heran, banyak wisatawan membeli Batik Aksara Jawa ini dan digunakan sebagai salah satu hiasan dinding yang menarik. Proses dari pengerjaan Batik Aksara Jawa ini pun juga dapat kalian saksikan langsung apabila kalian berkunjung di Kampung Batik Laweyan!

Mengulik Batik Wayang Beber Yang Jarang DIketahui Masyarakat!

Mengulik Batik Wayang Beber Yang Jarang DIketahui Masyarakat!

Mengulik Batik Wayang Beber Yang Jarang DIketahui Masyarakat! 

 

batik wayang beber

 

 

Menjadi salah satu kampung wisata yang juga sebagai destinasi pelestarian batik yang tertua di Indonesia, di Kampoeng Batik Laweyan memiliki sejumlah toko batik yang sampai saat ini masih sangat aktif beroperasi. Bermacam-macam motif batik serta bentuk pengaplikasiaannya yang bervariasi. Karena tidak hanya tentang busana, namun pengaplikasian batik di kampoeng Batik Laweyan pun juga di aplikasikan dalam berbagai kerajinan dan hiasan yang cantik. Seperti salah satu macam hiasan batik yang sangat fenomenal karena motif serta bentuknya yang cukup menarik, terdapat di Kampoeng Batik Laweyan. Tak lain dan tak bukan, batik tersebut adalah Batik Wayang Beber.

Seperti halnya nama motif dari batik tersebut, Batik Wayang Beber adalah salah satu motif dan jenis batik yang diadaptasi dari bentuk sebuah pertunjukan wayang beber seperti pada umumnya. Wayang beber adalah pertunjukan wayang yang dalam penyampaiannya menggunakan kain besar yang di bentangkan, dan berisi cerita-cerita kuno. Konon katanya, pertunjukan wayang beber ini merupakan adaptasi dari bentuk relief-relief yang terdapat pada candi, yang kemudian di sketsa ulang agar dapat menimbulkan gambar yang jelas serta membentuk alur cerita yang runtut. Pada awalnya, wayang beber ini ada sebagai salah satu media dalam penyebaran agama, namun semakin seiring berjalannya waktu dan zaman, wayang beber ada untuk menceritakan kisah-kisah kuno jawa.

Selaras dengan hal itu, batik wayang beber pun berisi corak dan gambar terhadap suatu cerita yang dikemas dalam satu kesatuan, dan berwujud bentangan kain bercerita yang lebar. Wujud dari batik wayang beber ini bisa sangatlah panjang hingga melebihi 3 meter karena cukup runtut dan panjangnya cerita yang dibawakan. Sesuai dengan bentuk penyajian dari sebuah pertunjukan wayang beber pada umumnya, batik wayang beber ini pun mengambil beberapa kisah-kisah jawa kuno dalam pengaplikasian motifnya. Cerita yang biasanya diambil adalah cerita dari Mahabarata dan Ramayana yang sudah cukup dikenal banyak masyarakat luas.

Walaupun bentuk dari batik wayang beber ini dibuat selayaknya penyajian wayang beber itu sendiri, namun batik wayang beber yang ada di Kampoeng Batik Laweyan banyak digunakan sebagai sebuah hiasan dinding. Dan wujud dari batik wayang beber ini menimbulkan kesan yang indah dan mengedepankan estetika, namun juga tetap mempertahankan sisi sejarah yang ada. Penegrjaan dari Batik Wayang Beber ini pun juga tergolong cukup lama, karena bisa memakan waktu hingga lebih dari 1 bulan untuk dapat menyelesaikan Batik Wayang Beber hingga akhir.

Batik Wayang Beber dapat kalian dapatkan salah satunya di Kampoeng Batik Laweyan. Karena disini, tak hanya Batik Wayang Beber yang sudah jadi saja yang ada, namun juga dari segi proses pembuatan hingga finishing pun dilakukan di Kampung Batik Laweyan, dan kalian pun dapat menyaksikan langsung pembuatan Batik Wayang Beber ini di tempat. Tidak hanya itu saja, karena masih ada banyak jenis serta motif batik lain, yang tak kalah unik dan menarik yang ada di Kampung Batik Laweyan, baik itu jenis batik fashion/busana ataupun batik non-fashion.