Menjadi Oleh-oleh Khas Kampoeng Batik Laweyan, Beginilah Cerita Dibalik Apem Dudy Laweyan

Menjadi Oleh-oleh Khas Kampoeng Batik Laweyan, Beginilah Cerita iApem Dudy Laweyan 

apem dudy laweyan

Kota Solo dikenal sebagai salah satu kota dengan sejuta kuliner. Hal ini dikarenakan di setiap sudut kota Solo selalu terdapat penjual makannan/minuman, restoran mulai dari yang modern hingga tradisional dan warung-warung makan yang lain. Masih seputar dengan kuliner, Solo juga dikenal memiliki berbagai jenis oleh-oleh untuk para wisatawan yang datang. Setiap tempat wisata di Solo pun memiliki oleh-olehnya masing-masing. Dan salah satunya Kampoeng Batik Laweyan, yang dikenal juga memiliki oleh-oleh makanan yang khas. Walaupun dikenal sebagai sentra batik, namun rupanya di Kampoeng Batik Laweyan pun memiliki kuliner yang dijadikan sebagai oleh-oleh khas. Apem Dudy Laweyan, digadang-gadang menjadi oleh-oleh kuliner khas dari Kampoeng Batik Laweyan karena rasa dan penyajiannya yang otentik. Walaupun pada dasarnya Apem bukan menjadi makanan khas dari Laweyan, namun cita rasa dari Apem Dudy ini cukup menarik dan membuat sah-sah saja apabila Apem Dudy Laweyan menjadi oleh-oleh khas, khususnya di Kampoeng Batik Laweyan

apem dudy laweyan

Jika berbicara soal Apem, kita tahu bahwa apem merupakan salah satu jenis kue manis dari Jawa, yang dulunya dijadikan sebagai teman dari ketan dan kolak pada saat bukan Ramadhan. Dulunya apem dimasak pada tungku arang dan tanpa cetqakan, yang membuat bentuk apem jaman dulu cenderung lebih lebar dari apem-apem sekarang. Masih seputar apem, pada 2006 di tengah Kampoeng Batik Laweyan terdapat pengusaha yang bergerak dalam mengembangkan bisnis kue apem ditengah sentra batik terkenal di Solo. Dudy Setyawan adalah pengusaha apem yang dimaksud. Berangkat dari kepulangannya slepas merantau setelah lulus SMA, membuat Dudy ingin Kembali ke kampung halaman. Kemudian terlintas dipikirannya untuk membuat bisnis apem yang nantinya berharap dapat dijadikan oleh-oleh khas dari kampoeng Batik Laweyan. Forum Kampoeng Batik LAweyan pun mendukung mimpi Dudy tersebut. Kemudian setiap harinya Dudy dapat memproduksi 500 hingga 1000 apem. Agar hasil apem bisa tahan lama, Dudy pun mengubah adonan yang semula dari tepung beras menjadi tepung terigu. Dan agar memiliki otentik dari apem yang dihasilkan, maka Dudy membuat variasi baru pada produksi apemnya dengan memberikan keju, cokelat dan kacang mete.

apem dudy laweyan

Terjual laris manis dikarenakan harga dari Apem Dudy ini terbilang cukup murah. Mulai dari Rp 4.500 saja untuk apem klasik dan Rp8.500 untuk apem kismis. Toko Apem Dudy ini pun juga berada di Kawasan strategis, yakni di sebelah Langgar Merdeka. Apem ini dikatakan cocok sebagai buah tangan karena dapat bertahan 2-3 hari. Dan tak hanya sebagai oleh-oleh saja, namun Apem Dudy ini juga di setorkan ke beberapa warung, toko kue dan pasar-pasar tradisional. Bahan yang digunakan Dudy juga sangat khas, yeag membuat hasil dari Apem Dudy ini cocok manjadi pelengkap wisatawan yang ingin meninggalkan Kawasan Kampoeng Batik Laweyan. Proses masak yang menggunakan wajan khusus layaknya serabi, membuat hasil ape mini semakin menarik.

apem dudy laweyan

apem dudy laweyan

Tak heran, makan ini dapat menjadi faktor menarik tambahan di Kampoeng Batik Laweyan, karena nantinya wisatawan yang datang tak perlu risau untuk memikirkan oleh-oleh. Walaupun menjadi Kawasan sentra batik, namun oleh-oleh tak hanya berhenti seputar batik saja. Karena Apem Dudy Laweyan ini pun dapat menjadi pilihan yang tepat untuk wisatawan. Harga dan kualitas yang turut mendukung dari Apem Dudy Laweyan, membuat toko apem ditengah kampoeng Batik Laweyan ini masih sangat eksis dan menjadi jujukan wisatawan sebulum pulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *