Fakta Unik Dibalik Arsitektur Masjid Laweyan yang Belum Kamu Ketahui!

Dibalik bentuk arsitekturnya yang unik juga terdapat fakta unik yang ditemukan di dalam bangunan Masjid Laweyan. Salah satu masjid tertua yang ada di Solo ini menyimpan banyak sejarah yang sangat menarik untuk diketahui.
Berikut fakta unik dari bentuk arsitektur Majid Laweyan Solo.

- Ada pengaruh budaya Hindu
Apakah kalian tahu? Bentuk arsitektur dari Masjid Laweyan dipengaruhi oleh budaya Hindu. Hal ini dikarenakan Masjid Laweyan dulunya merupakan sebuah Pura, sehingga bentuk arsitekturnya juga menyerupai Pura.
Selain itu, adanya pengaruh budaya Hindu juga dibuktikan dari fondasi bangunannya yang tinggi. Bangunan Masjid Laweyan memiliki fondasi yang ditempatkan sekitar dua meter lebih tinggi di atas permukaan tanah.

- Terdapat tiga lorong pintu masjid yang mempunyai makna mendalam
Jika kamu masuk ke dalam Masjid Laweyan, kamu akan menjumpai tiga lorong pintu masuk sebelum sampai ke bangunan utama masjid. Ternyata tiga lorong pintu tersebut mengandung makna filosofi yang mendalam yaitu tiga tahapan keimanan seseorang iman, Islam, dan ihsan. Selain itu jumlah pintu yang ada di masjid ini berjumlah lima yang mencerminkan lima rukun Islam.

- Sebagian besar bangunan masih terjaga keasliannya
Meski berusia hampir lima ratus tahun, masjid ini masih kokoh berdiri dengan nuansa warna hijau yang mendominasi bangunan masjid ini. Bahkan sebagian besar bangunannya masih terjaga keasliannya, mulai dari serambi sampai bagian utama masjid.
Terdapat Atap masjid yang berbentuk limas dan dua belas pilar utama masjid yang terbuat dari kayu jati kuno yang masih tetap berdiri dengan kokoh dan terawat serta terjaga keasliannya.
- Struktur bangunan mirip seperti Masjid Demak dan Masjid Agung Surakarta
Struktur bangunan Masjid Laweyan sama seperti Masjid Demak dan Masjid Agung Surakarta. Di dalamnya terdapat serambi, tiang saka di bangunan utama, dan ada ruangan tersendiri di bagian kanan dan kiri dari bangunan utama masjid.
Sebagian bangunan dari Masjid Laweyan sudah mengalami perubahan. Dulunya, terdapat sekat antara bangunan utama dengan ruangan di bagian kanan dan kiri. Namun, saat ini sekat tersebut telah ditiadakan. Selain itu, terdapat bak besar yang digunakan sebagai tempat wudhu yang juga telah dibongkar.
Referensi:
https://www.detik.com/jateng/budaya/d-5906562/bukan-di-keraton-kasunanan-masjid-tertua-solo-justru-di-laweyan
https://regional.kompas.com/read/2022/04/05/185828578/mengenal-masjid-tertua-di-kota-solo-dahulu-pura-kini-jadi-tempat-ibadah?page=all
https://www.idntimes.com/travel/destination/sha-kookie/fakta-unik-masjid- laweyan-solo-c1c2?page=all



